UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menggelar kegiatan edukatif dan inovatif melalui workshop bertajuk “Eco-Teaching Innovation: Pelatihan Skill Calon Guru Biologi Berbasis STEM Melalui Pembuatan Bio-Kompos dari Sampah Dapur” pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Aula Gedung Syaifudin Zuhri lantai 6. Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tadris Biologi sebagai upaya penguatan kompetensi calon guru biologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang aplikatif, kreatif, dan berorientasi pada isu lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Tadris Biologi, Ibu Nani Sunarmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan konsep sains dengan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan di masyarakat. “Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Workshop menghadirkan narasumber utama, Nur Hayati, yang memberikan materi mengenai konsep eco-teaching, implementasi pembelajaran STEM, serta praktik pembuatan bio-kompos berbahan dasar sampah dapur rumah tangga. Dalam paparannya, Nur Hayati menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna tinggi. Selain mengurangi volume sampah, bio-kompos juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama pada praktik langsung pembuatan bio-kompos. Mahasiswa diajak memahami tahapan pemilahan sampah organik, proses fermentasi, hingga teknik pengolahan kompos sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun sekolah.

Acara berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator, Rina Nihayatur Rif’ah, yang berhasil membangun suasana diskusi aktif antara peserta dan narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan mengajar berbasis proyek dan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Workshop ini juga menjadi bentuk komitmen Program Studi Tadris Biologi dalam mencetak calon guru yang inovatif, adaptif, dan peduli terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Dengan terselenggaranya kegiatan Eco-Teaching Innovation ini, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran biologi yang tidak hanya menarik dan aplikatif, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi mendatang.(admin_ftik/HYA)