Tulungagung – Selasa (19/8/2025), Aula Gedung Prajnaparamit UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dipenuhi semangat ratusan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang antusias mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran. Sebanyak 165 guru dari tiga kecamatan Campurdarat, Boyolangu, dan Tanggunggunung hadir untuk memperdalam pemahaman tentang konsep kurikulum yang menekankan kasih sayang sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) CBT, dan Intelektual Edu Media. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Prof. Abd. Aziz menekankan bahwa arah pendidikan di lingkungan Kementerian Agama perlu menempatkan cinta kasih sebagai basis utama. “Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi adalah program utama Kementerian Agama. Untuk itu, penting bagi seluruh guru di lingkungan Kemenag untuk belajar dan mengimplementasikannya,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya nyata menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dan kontekstual.

Workshop ini menghadirkan tiga dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN SATU Tulungagung sebagai fasilitator, yakni Dr. Khabibur Rohman, M.Pd.I., Dr. Septinaningrum, M.Pd., dan Diana Lutfiana Ulfa, M.Pd. Para fasilitator tidak hanya membedah konsep kurikulum berbasis cinta, tetapi juga mengajak para peserta untuk berlatih memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran di madrasah.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Para guru terlibat aktif dalam diskusi, simulasi, hingga praktik penggunaan AI yang relevan dengan kebutuhan kelas. Beberapa guru menyampaikan pengalaman baru mereka dalam menemukan cara kreatif mengintegrasikan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.
Dekan FTIK UIN SATU Tulungagung melalui perwakilan fasilitator menegaskan bahwa kehadiran dosen-dosen FTIK dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UIN SATU untuk mendampingi madrasah. “Kami ingin menjadi mitra yang setia bagi madrasah dalam mengembangkan diri dan terus belajar. Guru-guru tidak boleh merasa berjalan sendiri, melainkan memiliki perguruan tinggi yang siap mendukung langkah inovasi mereka,” ungkap salah satu fasilitator.
Lebih jauh, kegiatan ini juga dipandang sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. UIN SATU Tulungagung melalui FTIK berkomitmen untuk tidak hanya meneliti dan mengkaji teori pendidikan, tetapi juga hadir langsung mendampingi guru dalam menghadapi dinamika perubahan, baik pada aspek kurikulum maupun teknologi.
Dengan terlaksananya workshop ini, para guru diharapkan mampu membawa pulang pengalaman baru dan semangat segar untuk diterapkan di madrasah masing-masing. Kolaborasi antara kampus, K3MI, dan lembaga pendidikan di daerah menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pendidikan hanya mungkin tercapai melalui kerja sama dan saling belajar (KHB/admin_ftik).