Mahasiswa peserta yudisium adalah alumni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung. Sebagai calon guru,,maka mahasiswaharus siap dalam menghadapi tantangan ke depan, diantara tantangan itu adalah (1) peran manusia akan berkurang, banyak peran diganti dengan online system, sebagai contoh pada tahun 2017 sudah banyak sekolah yang melaksanakan UNBK, tidak hanya di bidang pendidikan yang memakai online system, sebagai contohdalam kegiatan sehari-hari seperti belanja tidak perluke pasar atau ke mall, dengan duduk manis dirumah dengan membukaGadget, barang dapat datingke alamat si pembeli; (2) pada masa mendatang kuliah tidak banyak menggunakan ruang karena dapat menggunakan online system, sekarang PPG sudah menggunakan online system, sudah beradaptasi dengan revolusi industri 4.0. Para peserta didik sudah tidak menggunakan pembelajaran manual, tetapi lewat media sosial. Dengan online system anak-anak bisa belajar dengan rileks tanpa tekanan, belajar dengan tenang dan juga senang, mereka mendapat sesuatu yang baru dan lebih variatif; (3) peran guru semakin berkurang karena akan ada revolusi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan), ke depan seorang guru tidak harus dari Fakultas Keguruan, tetapi bisa dari fakultas lain dengan cara mereka mengikuti PPG untuk penguatan pedagogik. Sehingga persaingan semakin ketat untuk berprofesi sebagai guru.
Sedangkan tantangan guru di masa mendatangadalah guru harus hadir bersama-sama anak didiknya sehingga lebih maksimal, ada anggapan bahwa metodologi lebih penting daripada materi, ke depannya harus dirubah anggapan ini. Disorientasi mahasiswa dirubah bahwa kerja itu bukan cuma PNS, mahasiswabisa berkarir di manapun sebagai guru baik di lembaga formal maupun non formal. Jadilah entrepreneur yang maksimal sehingga memperoleh kesuksesan, karena pada era ini karir inilah yang menjanjikan masa depan. Terima kasih
“Jiwa guru itu lebih penting daripada gurunya itu sendiri (Suyitno, 2018)”