Pendidikan “Ber-per-adab-an”

Kontributor:

2. Pengembangan pendidikan harus dilaksanakan seiring dengan perkembangan peradaban umat manusia.

Hal tersebut bertujuan agar lembaga pendidikan menjadi pemacu, khusunya sebagai pemacu dalam menyesuaikan perkembangan peradaban. Hal tersebut sudah diterapkan oleh IAIN Tulungagung. Ada beberapa hal yang sudah diterapkan oleh IAIN Tulungagung, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Pertama, di FTIK, ada beberapa jurusan yang didasarioleh tuntutan perkembangan peradaban nasional, yaitu Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS), Tadris Kimia, Tadris Fisika, Tadris Biologi, Tadris Matematika, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah, Pendidikan Guru Agama Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan Pendidikan Bahasa Arab.Selain itu, ada kegiatan tadarus Alquran oleh dosen dan karyawan setiap Jumat, tadarus Alquran yang dilaksanakan oleh mahasiswa, serta doa dan baca surah pendek yang dilaksanakan sebelum serta sesudah perkuliahan.

3. Pendidikan harus menjadi media bagi para stakeholdernya untuk berkontribusi bagi peradaban (berperadaban).

Hal tersebut bermakna bahwa pendidikan Indonesia harus beralih menjadi produsen pengetahuan, teknologi, dan inisiator inovasi. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilaksanakan. Pertama, untuk peningkatan daya saing dan percepatan proses berperadaban, percepatan peningkatan kualitas SDM yang ber-ESQ, produktivitas yang didasari kebiasaan yang bernilai budaya-agama dan perilaku, serta penguasaan IPTEK menjadi syarat mutlak di kampus/lembaga pendidikan. Kedua, pembiayaan gratis diterapkan di PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Ketiga, dilakukan proses pembudayaan (nilai-nilai budaya dan agama) seperti yang diberikan kepada ibu rumah tangga dan keluarganya.

4. Penerapan pendidikan pembudayaan.

Pada dasarnya, pendidikan pembudayaan manusia dimulai sejak pranikah, kandungan, lalu lahir. Setelah itu, pendidikan pembudayaan manusia dilaksanakan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling terkait.Agar penerapan pendidikan pembudayaan tepat, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, pemberian pendidikan tentang cara “menanamkan” nilai-nilai budaya dan agama kepada ibu rumah tangga. Kedua, bagi ibu yang berkarier, harus ada cara khusus (tentang kewajiban dan hak asasi ibu rumah tangga, dasar pembangunan keluarga sehat dan sejahtera, proses pembudayaan nilai budaya dan agama) sehingga anak tidak kehilangan kasih sayang.

Skip to content