Tulungagung, 24 Juli 2025 – Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Aula Utama Gedung Arif Mustakim, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada Kamis itu. Sebanyak 280 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan dikukuhkan secara resmi sebagai guru profesional setelah dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG) Periode 1 Tahun 2025.
Acara yang dikemas sederhana namun sakral ini diawali dengan doa pembuka oleh Dr. Imam Junaris, M.Pd.I., yang mengangkat tangan seraya memanjatkan harapan. Dalam doanya, beliau memohonkan keberkahan hidup dan limpahan rahmat dari Allah SWT bagi para lulusan, agar mereka diberi kekuatan untuk mengemban amanah profesi guru yang mulia dan sarat tanggung jawab.
Dalam sesi sambutan, salah seorang perwakilan peserta, Ulfu Adah Henik Ningtyas, menyampaikan kesan yang menggugah. Ia menyampaikan bahwa PPG bukan hanya proses untuk mendapatkan sertifikat, namun juga momen berharga untuk peningkatan profesionalisme seorang guru, bagaimana guru harus terus belajar, harus terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Ia juga mengutip pernyataan khas Koordinator Prodi PPG yang kerap disuarakan selama masa pendidikan:
“Kita tidak terlahir dari rahim yang sama, namun kita harus bisa lulus bersama-sama.”
Pernyataan tersebut menjadi semboyan kebersamaan selama menjalani proses panjang dan menantang dalam program PPG. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa memilih menjadi guru berarti memilih jalan tanggung jawab.
“Lebih baik tidak menjadi guru daripada menjadi guru yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya lantang, disambut anggukan dan tepuk tangan dari para hadirin.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Sutopo, M.Pd., turut hadir memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan dedikasi para peserta PPG hingga berhasil meraih kelulusan 100%. Lebih dari sekadar capaian akademik, Dr. Sutopo menekankan pentingnya melanjutkan proses belajar secara berkelanjutan.
“PPG bukan titik akhir. Ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk menjadi guru yang benar-benar profesional,” tegasnya. Ia juga menyebut bahwa para alumni adalah duta kampus, yang akan membawa semangat keunggulan Fakultas Tarbiyah ke tempat pengabdian masing-masing.
Menjelang akhir acara, suasana dibuat semakin reflektif melalui penayangan video Masterplan Reli Green UIN SATU Tulungagung, sebagai gambaran arah pembangunan kampus yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Visualisasi ini menyiratkan bahwa UIN SATU tidak hanya mencetak guru, tetapi juga merancang masa depan pendidikan yang berkelanjutan.

Acara ditutup dengan sambutan dari Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., yang hadir secara langsung. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa pengukuhan guru profesional bukanlah sekadar seremoni. Ini adalah momentum penting untuk saling mengenal, memperkuat identitas akademik, dan merajut komitmen bersama sebagai pendidik.
“Kita patut bersyukur atas semua proses yang telah dilalui. Karena dalam setiap pencapaian, selalu ada ujian dan usaha keras dibaliknya,” ujar Rektor penuh makna.

Seiring gema lagu “Hymne Guru” yang mengalun menutup acara, para lulusan PPG menatap masa depan dengan semangat baru. Dengan gelar guru profesional di tangan, peserta PPG kini siap menyebarkan ilmu, nilai, dan keteladanan di tengah masyarakat, sebagai ujung tombak perubahan dan kemajuan bangsa (UW/admin_ftik).