Ngopi FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Dorong Optimalisasi Tridharma Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Islam

Kontributor:

Kediri, 28 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menyelenggarakan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) sebagai ruang dialog dan penguatan sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan Islam, serta masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, tersebut digelar di Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmah Purwotengah, Papar, Kediri.

Mengangkat tema “Optimalisasi Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi untuk Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan Islam”, kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru dan masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmah Purwotengah, Papar, Kediri. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni KH. An’im Falachuddin Mahrus, M.Pd., Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB, serta Dr. Ahmad Khoirul Mustamir, M.Pd. (Dosen Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri), Ust. Dedy Prasetiawan, Lc. (Pengasuh Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmah Purwotengah, Papar, Kediri). Hadir pula jajaran pimpinan FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, di antaranya Dr. Muhamad Zaini, M.A., Wakil Dekan III FTIK, dan Dr. Nurul Amin, M.Ag., Kepala Bagian Umum FTIK.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Acara kemudian memasuki agenda sambutan dari pimpinan FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dalam sambutannya, Dr. Muhamad Zaini, M.A., menegaskan bahwa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung selama ini terus berupaya mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program akademik dan kemasyarakatan. Menurutnya, pelaksanaan Tridharma tidak hanya diwujudkan melalui proses pendidikan dan pembelajaran di kampus, tetapi juga melalui kegiatan pembelajaran lapangan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Tridharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan kampus pada dasarnya diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat, termasuk dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan,” demikian pokok gagasan yang disampaikan dalam sambutan tersebut. Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan, khususnya pesantren, menjadi bagian penting dalam memperluas dampak pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmah Purwotengah, Ust. Dedy Prasetiawan, Lc., yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan Ngopi sebagai forum silaturahmi sekaligus ruang berbagi gagasan mengenai pengembangan pendidikan Islam.

Memasuki sesi utama, KH. An’im Falachuddin Mahrus, M.Pd., menyampaikan materi mengenai Pentingnya Pendidikan Berbasis Nilai. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi tidak serta-merta dapat menggantikan peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter dan keteladanan peserta didik.

Menurutnya, pengetahuan saat ini dapat diperoleh dengan relatif mudah melalui internet. Namun, sikap, karakter, moral, dan keteladanan tidak cukup diperoleh hanya melalui akses terhadap informasi digital. Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan tetap memiliki posisi strategis. Pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus membentuk kemampuan berpikir, karakter, serta kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan dan memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi secara bijak.

Dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, ia juga menyoroti pentingnya penelitian yang diarahkan berdasarkan bakat dan minat. Penelitian, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas, termasuk dukungan pendanaan penelitian, yang dapat dimanfaatkan oleh insan akademik untuk mengembangkan kajian yang relevan.

Sementara itu, aspek pengabdian kepada masyarakat dipandang sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi setelah seseorang menempuh pendidikan tinggi. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi perlu ditransformasikan menjadi manfaat bagi masyarakat. Pembangunan lembaga pendidikan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendidikan, terjadi proses transfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas masyarakat.

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan materi mengenai penguatan pendidikan Islam. Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Khoirul Mustamir, M.Pd., Dosen Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, menekankan pentingnya pengembangan pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang lebih baik dapat dikembangkan melalui model pendidikan Islam, salah satunya melalui madrasah yang berada dalam lingkungan pondok pesantren. Integrasi antara pendidikan formal dan kultur pesantren dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai keislaman. Pembahasan tersebut semakin memperkaya perspektif peserta mengenai bagaimana implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dapat dikembangkan secara kontekstual untuk mendukung penguatan lembaga pendidikan Islam.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta persoalan pemerataan anggaran pendidikan. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif yang berkaitan langsung dengan kondisi pendidikan di lingkungan masyarakat dan pesantren. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademik dengan persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan Ngopi, FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berupaya menghadirkan perguruan tinggi lebih dekat dengan masyarakat. Forum ini tidak hanya menjadi media penyampaian gagasan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, guru, serta masyarakat.

Kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) edisi 28 Oktober 2026 tersebut kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh narasumber, pimpinan FTIK, panitia, dan peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengoptimalkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sehingga keberadaan perguruan tinggi semakin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat. (Penulis dan Fotografer: Nanang Purwanto)

Skip to content