Tulungagung, 25 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat peran perempuan di tengah kompleksitas kehidupan rumah tangga dan dunia sosial, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Karangrejo menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ibu Muda, Istri Shalihah dan Aktivis: Menyelaraskan Peran dalam Bingkai Fikih”. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Hj. Luluk Indarti, S.Ag., M.Pd.I, Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTIK UIN SATU Tulungagung.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Luluk Indarti menekankan pentingnya manajemen waktu sebagai kunci utama dalam menyelaraskan berbagai peran yang diemban oleh perempuan, khususnya ibu muda yang juga aktif sebagai istri dan aktivis sosial-keagamaan. Menurut beliau, setiap peran memiliki tuntutan dan tanggung jawab tersendiri, namun bukan berarti tidak bisa dijalankan secara harmonis. “Perempuan hari ini dituntut cerdas dalam mengatur waktu. Ketika bisa menyusun skala prioritas dengan baik, maka peran sebagai istri, ibu, dan aktivis bisa berjalan seimbang,” ungkap Dr. Luluk.

Faktor yang tak kalah penting adalah dukungan dari suami dan keluarga yang menjadi penentu keberhasilan seorang perempuan dalam menjalankan aktivitas publik, lanjut beliau. Tanpa dukungan emosional dan struktural dari lingkungan terdekat, maka potensi perempuan sebagai agen perubahan sering kali terhambat.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas bagi kader-kader Fatayat NU, khususnya di wilayah Karangrejo, untuk terus berkiprah secara aktif di masyarakat tanpa mengesampingkan peran domestik yang juga sangat mulia. Kehadiran beliau menunjukkan sinergi nyata antara FTIK UIN SATU Tulungagung dan masyarakat dalam membangun narasi keadilan peran perempuan berdasarkan nilai-nilai fikih yang kontekstual.