Direktori  

   

Mahasiswa FTIK Borong Juara Internasional di IWSC 2023, Salah Satunya Berkat ‘Latto-Latto’.

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berhasil kembali untuk menasbihkan diri sebagai kampus juara. Kali ini, delegasi dari Jurusan Ilmu Keguruan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sukses menyabet gelar medali emas dan perak dalam International Walisongo Science Competition (IWSC) 2023. Olimpiade yang mempertandingkan cabang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi yang digelar oleh UIN Walisongo pada 31 Mei-27 Juni 2023 ini akhirnya mencatatkan mahasiswa dari Tadris Fisika dan Tadris Kimia sebagai juara.
 
Mahasiswa Program Studi Tadris Fisika yakni Tazkia Kamilia Wardah raih Medali Emas & Favorite Champion, dan Desi Tasari raih Medali Perak dalam Cabang Olimpiade Fisika. Sedangkan, mahasiswa yang juara dalam Cabang Olimpiade Kimia yaitu Vika Chusnurri'ayah raih Medali Perak dan Ainul Fatihin raih Medali Perunggu dari Program Studi Tadris Kimia.
 
Tazkia Kamilia Wardah mengaku bersyukur dapat menjadi Juara I dari project yang sedang viral ‘Latto-Latto’. “Saya membuat project sains berjudul “Double Pendulum Based on Lagrangian Equation of Motion” yang tak lain adalah penerapan fisika dalam permainan latto-latto,” ujar Tazkia.
 
 “Alhamdulillah saya berhasil memperoleh Juara 1 dan mendapat medali emas. Kompetisi ini menguji kemampuan saya dalam memecahkan permasalahan fisika yang kompleks dan melatih saya dalam berpikir analitis dan mengasah keterampilan logika. Olimpiade fisika ini memberikan dampak yang mendalam dalam hidup. Saya merasa terinspirasi dan termotivasi untuk terus belajar dan mengeksplorasi lebih jauh ilmu fisika,” imbuh mahasiswi Semester 6 tersebut.
 
Desi Tasari peraih Medali Perak Cabang Olimpiade Fisika mengaku bangga dapat mewakili UIN SATU Tulungagung untuk dapat bersaing dengan kampus dunia. “Tantangan luar biasa saya bisa mengikuti lomba dan bisa bersaing dengan peserta dengan Universitas yang top Indonesia serta Universitas Luar Negeri. Alhamdulillah Wa Syukurillah saya bisa membawa pulang sebagai Juara 4 (medali perak),” ungkap Desi.
 
Vika Chusnurri'ayah peraih Medali Perak Cabang Olimpiade Kimia mengungkapkan jika ia sempat beberapa kali ikut kompetisi dengan kegagalan, sampai pada akhirnya dapat juara di IWSC 2023. “Awalan yang cukup baik bagi saya yang masih Semester 2 meskipun saya dari Semester 1 juga beberapa kali mengikuti berbagai macam kompetensi namun belum ada yang berhasil, saya tidak akan menyerah,” paparnya.
 
Ainul Fatihin yang mendapatkan Medali Perunggu Cabang Olimpiade Kimia menuturkan bahwa ia berjuang jadi juara disaat masih masa mengerjakan skripsi. “Saya juga tidak menyangka mendapatkan hasil ini karena saya harus membagi waktu untuk mempelajari lagi materi-materi nya dan mengerjakan skripsi, kemudian persiapan saya juga kurang terutama saat pembuatan video project,” kata Ainul Fatihin.
 
Dekan FTIK UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I. mengaku bangga atas pencapaian di ajang internasional tersebut, “Syukur Alhamdulillah delegasi dari FTIK Kembali menjadi juara dalam IWSC tahun ini. Jika tahun lalu berhasil Medali Emas dalam Biologi, maka IWSC tahun 2023 ini  berhasil medali emas dan medali perak dalam Cabang Olimpiade Fisika dan Kimia. Tentu ini prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan bagi civitas.”
 
“Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi apik antara mahasiswa dan dosen. Lebih-lebih bapak ibu dosen di Jurusan Ilmu Keguruan, Prodi Tadris Fisika ,dan Tadris Kimia sejak saat pendaftaran sampai babak final selalu memberikan bimbingan dan arahan demi kesuksesan para delegasi”, imbuhnya. (*)
   
© Tarbiyah IAIN Tulungagung